Dunia Arab Menuju Tata Dunia Baru?

Secara umum, Timur Tengah masih diwarnai rivalitas Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, negara-negara Arab pro Barat, dan Israel di satu sisi serta Iran, gerakan Islam di banyak negara Arab, serta secara terbatas Suriah dan Qatar di sisi lain. Isunya sekarang beralih ke perebutan pengaruh terhadap gerakan rakyat untuk perubahan yang memang tengah melanda Arab. Dalam konteks ini, retorika Iran dan Amerika Serikat sejalan: MENDUKUNG PERUBAHAN DAN MENDORONG KEDAULATAN KEMBALI KEPADA RAKYAT UNTUK MENENTUKAN NASIB DAN MASA DEPANNYA SENDIRI. Amerika Serikat memilih agama demokratisme. Iran memilih kata ‘kesadaran Islami’ versi Syiah. Tampak jelas, kedua aktor ini saling berebut kanvas untuk melukis negara-negara Arab ‘BARU’ [menjauh dari pelukan Amerika Serikat atau menjauh dari Iran].

Kasus Tunisia, Mesir, Libya memperilhatkan guratan-guratan pola itu [unjuk kekuatan di perairan Laut Merah dan Laut Tengah]. Sementara, Arab Saudi, Yaman, dan Bahrain lebih fokus perhatiannya pada gerakan oposisi, mengingat pengaruh Iran sangat besar terhadap kelompok-kelompok oposisi yang turut menggalang di kawasan ini, sebutlah minoritas Syiah Saudi Timur, mayoritas Syiah di Bahrain, dan pemberontak Al Houtsi di Yaman Selatan. Pernyataan diplomatik dan propaganda media Iran mendukung secara ekstrim pecahnya gerakan protes di Bahrain dan Arab Saudi. Namun, tidak berlaku bagi negara-negara Arab yang selama ini pro-Iran, Suriah dan Qatar. Semantara itu, Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negerinya, Hillary Clinton mengakui di depan Komite Perubahan Anggaran Senat AS (2 Maret 2001), bahwa Pemerintah AS melakukan kontak dan menawarkan bantuan kepada kelompok-kelompok oposisi di negara-negara tersebut. George Friedman, pendiri lembaga kajian intelijen Stratfor Global Intelligence, menyatakan, AS mempunyai tiga kepentingan utama di kawasan ini, yakni menjaga perimbangan kekuatan di wilayah rawan konflik, memastikan pasokan minyak, dan mengalahkan kelompok-kelompok ‘Islamis ekstrim’ di kawasan itu.

Muncul pertanyaan, apakah ini proses yang berjalan spontan atau didesain dari awal? Dalam buku “ The Grand Chessboard,” yang diterbitkan pada tahun 1997, Zbigniew Brzezinski menganjurkan diciptakannya sebuah “zona-global kekerasan yang disebarkan secara bertahap,” ke wilayah-wilayah yang mencakup Asia Tengah, Turki, Rusia Selatan, dan perbatasan Barat Cina. Ini juga termasuk seluruh wilayah di Timur Tengah, Teluk Persia (Iran), Afghanistan dan Pakistan. “Selain itu, karena Amerika merupakan sebuah masyarakat yang semakin multi-budaya, hal itu mungkin merasa lebih sulit untuk membiasakan konsensus mengenai isu-isu kebijakan luar negeri, kecuali benar-benar dalam menghadapi keadaan ancaman besar dan luas yang dianggap sebagai ancaman eksternal langsung.” (211). Zbigniew Brzezinski, anggota Komisi Trilateral [Trilateral Commission], Bilderberg Group dan Dewan Hubungan Luar Negeri [Council on Foreign Relations], dan penasihat senior kelompok ‘International Crisis Group’ yang terhubung erat dengan Bank Dunia dan George Soros, kelompok dimana Mohamed ElBaradei meninggalkannya pada Januari 2011, tepat sebelum kembali ke Mesir untuk menjadi “bagian dari revolusi demokratis”. Soros pernah menjadi anggota komite eksekutif ICG (Kompas, 3 Maret 2011). Samirah Rajab, anggota parlemen Bahrain, akhir bulan Februari lalu, melontarkan gagasan bahwa semua kerusuhan dan revolusi di Arab saat ini adalah hasil implementasi proyek AS yang bernama Proyek Timur Tengah Baru. Proyek tersebut dimulai dari Irak, menjalar ke Lebanon, lalu kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, setidaknya sampai 10 tahun lagi (Kompas, 4 Maret 2011)

Menyusul, sangat populer di media alternatif-internet, Tony Carlucci menulis The Middle East & then The World: Globalist Blitzkrieg Signals Largest Geopolitical Reordering Since WW2. Carlucci memaparkan skenario pembentukan tata dunia baru (New World Order) oleh kaum globalis. Menurutnya, krisis yang berujung pada pergantian rezim di Timur Tengah sudah dirancang oleh kelompok-kelompok globalis Anglo Amerika sejak lama, sebagai sebagian dari usaha menciptakan ‘pemerintah global’. Salah satu cara mengobarkan revolusi di Timur Tengah adalah dengan mendanai berbagai lembaga swadaya masyarakat prodemekorasi di kawasan itu. Carlucci menambahkan, setelah rezim-rezim di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara jatuh, sasaran berikutnya adalah rezim Iran, dalam bentuk dukungan terhadap Revolusi Hijau di Iran. Kejatuhan Iran ke tangan globalis akan memutus dukungan Iran selama ini terhadap ambisi ekonomi dan militer Rusia dan China, dua kekuatan yang dianggap penghalang ambisi New World Order para globalis.

Senada dengannya, Kery Raymond Bolton, seorang doktor teologi dari Academy of Social and Political Research, Mesir, menulis di forum Foreign Policy Journal (publikasi online khusus berisi analisa kritis terhadap kebijakan luar negeri AS) bahwa bukan tidak mungkin gejolak di dunia Arab saat ini didanai pendiri Open Society Institute George Soros. tangan kanan Rothschild.

Masuk akal, Yvonne Ridley, jurnalis Muslimah yang juga seorang mualaf asal London, UK, berpendapat bahwa rakyat dunia Arab saat ini telah kehilangan rasa takut terhadap rezim-rezim Arab yang menindas dan korup yang disangga oleh kekuatan AS dan Eropa, dan akan mulai berjatuhan seperti efek domino. Dia melanjutkan, “Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengirimkan Air Force One untuk mengumpulkan semua diktator, tiran dan para penguasa yang lalim yang digaji oleh AS dan membawa mereka kembali ke Washington. Seperti kotoran hewan peliharaan di New York Central Park, anda harus bertanggung jawab atas kekacauan anjing Anda.”

Oleh karena itu, perubahan yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang sedang mengalami krisis politik ini hanya berakhir pada pergantian rezim saja. Sebab rezim pengganti tetap berada dalam kontrol langsung dari AS dan Barat. Hasilnya, revolusi ini hanyalah memakan korban nyawa demi reformasi atau perubahan yang tidak hakiki, tidak berkah dan mendasar. Warna sejarah baru di Timur Tengah dan Afrika Utara amat dipengaruhi oleh aktor-aktor di atas dan konstelasinya di kawasan ini.
3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s